Kota Bumi Laksanakan Pelatihan Budidaya Ikan Lele

Bengkulu Selatan Daerah Featured
Bagikan:

radarbengkuluonline.com, MANNA – Pemerintah Desa Kota Bumi, Kecamatan Pino melaksanakan pelatihan budidaya ikan lele. Ini dimaksudkan agar nantinya dalam pengolahan budidaya ikan lele ini mendapatkan hasil dan tidak merugi.

Kepala Desa Kota Bumi, Wiwin Kurniawan mengatakan, budidaya ikan lele ini menggunakan anggaran Dana Desa (DD) yang dialokasikan dari pagu anggaran sebesar 20 persen untuk ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.

“Pembagian kolam terpal lele ini nanti akan kita berikan kepada masyarakat secara berkelompok. Mulai dari persiapan, pemeliharaan serta pasca panen yang akan bertanggung jawab masyarakat atau kelompok tersebut yang sudah diberikan pelatihan oleh ahlinya,”papar Wiwin diruangannya Kamis (12/05).

Sama halnya yang disampaikan oleh Camat Pino, Hendri Afrizal,SE. Ia mengatakan, anggaran yang disusun dalam APBDes yang digunakan untuk memberikan ketahanan pangan masyarakat,salah satunya budidaya lele. Tetapi jangan sampai program ini hanya sebatas pajangan saja di depan rumah.

Fahmi/ RBO
Kepala Desa Kota Bumi, Wiwin Kurniawan

“Jadikanlah budidaya ikan lele ini sebagai penghasilan serta penunjang perekonomian yang nantinya kita bisa menjadi pengekspor ikan lele. Bahkan kalau budidaya lele ini berhasil desa kita bisa menjadi central ikan lele, “harap Hendri.

Baca Juga :   Bengkulu Selatan Mempunyai Wisata Danau Dalam Kota

Agar nantinya budidaya ini berjalan dengan baik, untuk itu didatangkan tenaga teknis yang berasal dari Dinas Perikanan. Semoga hal ini menjadi awal pemulihan ekonomi di Desa Kota Bumi.

Adapun yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bengkulu Selatan, Santono, M.Pd  dengan pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan yang nantinya berdampak pemenuhi kebutuhan gizi untuk masyarakat.

“Bahkan di Dinas Perikanan mempunyai program bertujuan untuk meningkatkan budidaya ikan tawar dan budidaya ikan tangkap yang nantinya budidaya ikan tawar bisa dengan menggunakan kolam terpal, tanah, dan beton, piber dan sebagainya yang, khusus untuk kolam tanah kita mempunyai eksavator yang bisa disewa untuk mempermudah pengerjaannya,”ungkap Santono.

Dinas Perikanan juga siap membantu masyarakat dengan memberikan bantuan. Mulai dari pakan, bibit dengan syarat masyarakat harus mempunyai kelompok, berbadan hukum, mempunyai izin, dan terdaftar di kementrian yang nantinya akan dilakukan verifikasi dengan memberikan bantuan secara gratis.

Baca Juga :   BS Terus Bangun Jalan Koneksi ke Provinsi Tetangga

Untuk tahun 2022,sudah ada 3 kelompok yang sudah mengusulkan ke dinas. Yaitu, Desa Anggut, Padang Mumpo dan Padang Lebar, yang nantinya akan dijadikan kolam percontohan serta dilakukan pendampingan untuk mendapatkan penyuluhan agar mendapatkan hasil yang diinginkan.

“Bahkan kami pun siap melakukan penyuluhan pra panen, yang nantinya akan melakukan pengolahan ikan yang akan dijadikan sumber makanan. Seperti pek empek, yang nantinya akan dilanjutkan pembimbingan pasar. Bahkan saat ini kita sudah mendatangkan pembimbing dari Unib untuk budidaya ikan sidat. Keuntungannya ikan sidat ini paska pasarnya ekspor, harganya mahal. Dan tidak perlu air deras. Cukup air yang bersih,”pungkas Santono.(afa)