Objek Wisata Lubuk Langkap Menjadi Desa Wisata Percontohan

Bengkulu Selatan Daerah Featured Pariwisata Sosial & Budaya
Bagikan:

radarbengkuluonline.com, MANNA – Selain makanan tradisional yang sudah terkenal sampai ke manca negara, Kabupaten Bengkulu Selatan juga terkenal dengan berbagai macam objek wisata yang mampu menarik wisatawan. Salah satunya objek wisata Lubuk Langkap yang terletak di Kecamatan Air Nipis. Tempat rekreasi ini mampu menjadi Desa Wisata percontohan bagi desa – desa lainnya.

Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi,SE.MM mengatakan, ia merasa banggga dengan inovasi dan gagasan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa untuk terus mempromosikan desanya. Baik itu melalui wisata buatan maupun alami.

Fahmi /RBO
Gusnan Mulyadi bersama keluarga berkunjung ke objek Wisata Lubuk Langkap

“Untuk objek wisata Lubuk Langkap ini,kami sekeluarga sudah datang langsung menyaksikan keindahannya. Selain memiliki keindahan alam yang masih asri,  disana juga ada tempat mandi dan tempat bersantai. Bahkan bisa bernostalgia bersama keluarga untuk memfresh pikiran akibat banyak bekerja dihari libur,”ungkap Gusnan kepada  radarbengkuluonline.com di ruangannya Kamis (12/05).

Baca Juga :   Prosesi Pernikahan Ketua MK Anwar Usman dengan Idayati Berjalan Lancar

Sesuai dengan keinginan Bapak Presiden Joko Widodo, agar setiap desa dapat menjadikan Desa Digital dan Desa Wisata (Dedi Dewi). Lubuk Langkap harus jadi contoh desa lain yang ada di Bengkulu Selatan. Dengan adanya objek wisata desa seperti ini, Pemdes juga bisa mengenalkan kesenian, kebudayaan serta kearifan lokal yang ada di Kabupaten BS khususnya.

Bukan hanya wisata Lubuk Langkap yang bagus,tetapi masih banyak lagi yang bisa dikunjungi. Seperti wisata Coconut Beach yang berada di Desa Terulung. Bahkan kalau bisa setiap desa tersebut walaupun tidak ada wisatanya berharap bisa dipromosikan melalui media lainnya.

Baca Juga :   Wawali Ucapkan Selamat Datang Kepada Pj Bupati Bengkulu Tengah

“Dengan adanya objek wisata di desa kita, ini juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta menciptakan lapangan kerja bagi para pemuda dan pemudi. Seperti membentuk Pokdarwis. Bahkan dari hasil wisata yang kita miliki bisa menjadi pemasukan PAD Desa itu sendiri,”pungkas Gusnan.(afa)