Perusahaan Sawit Mengeluh Soal Angkutan

Daerah Ekonomi & Bisnis Featured Mukomuko
Bagikan:

Memang Sudah Saatnya Ada Pelabuhan CPO di Mukomuko

radarbengkuluonline.com, MUKOMUKO – Fakta baru mengenai dunia usaha kelapa sawit, khususnya industri minyak sawit mentah atau CPO terungkap saat Bupati Mukomuko turun ke pabrik-pabrik CPO melakukan monitoring harga tandan buah segar kelapa sawit atau TBS pada, Selasa (10/5) lalu.

Perusahaan pengelola kelapa sawit (PKS) di Mukomuko mengeluhkan ekspedisi atau angkutan CPO dari Mukomuko menuju penampungan di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang Sumatera Barat. Perusahaan yang dimaksud yaitu PT. Sapta yang beralamat di Desa Lubuk Pinang, Kecamatan Lubuk Pinang.

Manajer PT. Sapta, Edi Kusno mengungkapkan, truk tangki ekspedisi CPO saat ini harus menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis dexlite. Akibatnya, perusahaan ekspedisi harus menambah biaya untuk operasional.
Untuk diketahui, harga dexlite saat ini Rp 13.250 per liter untuk Sumatera Barat. Dua kali lipat lebih juga dibandingkan dengan harga solar subsidi yang hanya Rp 5.150 per liter. “Soal kewajiban armada ekspedisi wajib menggunakan dexlite, ini juga menjadi kendala penjualan CPO saat ini. Karena angkutan ikut tersendat,” kata Manajer PT. Sapta.

Baca Juga :   Antusias, Film The Doll 3 Tembus 180 Ribu Penonton

Menanggapi apa yang disampaikan oleh petinggi perusahaan pengelola kelapa sawit itu, Bupati Mukomuko, H. Sapuan, SE., MM mengatakan, memang sudah diprediksi, kalau biaya angkutan CPO dari Mukomuko ke Padang akan naik 30 persen hingga 50 persen. “Hal ini sudah saya sampaikan sama bos-bos kalian, para pemodal waktu pertemuan di Jakarta. Biaya angkutan darat itu akan naik 30 sampai 50 persen,” ujar Bupati menangapi.

Sebab itulah, lanjut Sapuan, Pemkab Mukomuko saat ini tengah mengupayakan pembangunan pelabuhan CPO yang direncanakan di dibangun di Kecamatan Teramang Jaya. Pihaknya telah menjajakan potensi usaha pelabuhan dengan beberapa investor.

Baca Juga :   Prosesi Pernikahan Ketua MK Anwar Usman dengan Idayati Berjalan Lancar

Jika pelabuhan ini nanti sudah dibangun dan dioperasionalkan, perusahaan pengelola CPO bisa menekan biaya operasional angkutan. “Dengan begitu, perusahaan bisa mempertahankan harga beli TBS dari masyarakat cukup tinggi. Pelabuhan inilah jawaban dari keluhan yang disampaikan itu,” demikian Bupati. (sam)