Jalan Hibrida Ini Hampir Setiap  Hari Ada Yang Kecelakaan

Featured Kota Bengkulu
Bagikan:

Sudah Diperbaiki, Jalan Hibrida Rusak Lagi

radarbengkuluonline.com, BENGKULU – Sejumlah jalan di Kota Bengkulu kembali mengalami kerusakan parah dan berlubang. Salah satunya berada di jalan Hibrida, Kelurahan Sido Mulyo, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Padahal, diketahui sebelumnya jalan Hibrida ini sudah beberapa kali dilakukan perbaikan dan penambalan, namun belum sampai dua bulan, jalan itu sudah rusak lagi.

Jamila (52) pedagang nasi dan kue di pinggir jalan Hibrida Kota Bengkulu, mengatakan, ia sangat mengeluhkan akan kondisi jalan yang sekarang ini. Jalan rusak dan banyak lubang membuat bahaya pengguna jalan yang melintas.

“Saya pernah jatuh, gara-gara menghindari jalan berlubang. Kue-kue berserakan semua,” ujar Jamila kepada radarbengkuluonline.com Juat (14/1)  .

Jamila mengaku, hampir setiap hari menyaksikan dan melihat pengendara motor dan mobil yang mengalami kecelakaan di jalan Hibrida ini. Beruntung tidak pernah ada korban jiwa dalam beberapa kali kecelakaan. “Lubangnya besar-besar sekali dan dalam. Kalau hujan tidak kelihatan.”

BACA DULU: Inilah Kiat Mahasiswa Milenial Hafal Al-quran 30 Juz dalam Setahun

Sebelum dilakukan tambal sulam diakhir tahun 2021 kemarin, jalan Hibrida yang berlubang sempat ditimbun dan ditambal dengan batu krikil dan pasir saja. Dampaknya, malah meningkatkan risiko kecelakaan. Ketika hujan jalan akan menjadi licin dan sangat berbahaya dilewati para pengendara motor. Ditambah lagi ketika hari panas membuat jalanan berdebu yang meningkatkan polusi udara. “Debu semua. Sangat terganggu,” ujar Jamila.

Kerusakan jalan ini dapat disebabkan oleh beberapa factor. Diantaranya air, perubahan suhu, cuaca, material konstruksi  yang kurang baik, kondisi dasar yang tidak stabil, dan sering dilintasi kendaraan-kendaraan berat yang melebihi kapasitas. “Mobil besar sering lewat.”

BACA JUGA: Harga Cabe Naik Turun, Pedagang Bingung Jualan

Tidak sedikit masyarakat yang risih dengan jalan yang tidak kunjung diperbaiki secara maksimal, melainkan hanya ditampal ringan saja. Doris Susama (19) Mahasiswa UINFAS Soekarno  Bengkulu, juga mengeluhkan akan jalan Hibidra yang kembali rusak dan berlubang. Terdapat titik-titik lubang yang terlihat di sepanjang jalan Hibrida 1 dan 2. Ia mengatakan sangat menyayangkan akan perbaikan jalan yang sudah dilakukan berulang-ulang. “Saya kira setelah ditambal jalannya akan bagus hasilnya, tapi sekarang jadi rusak lagi,” ujar Doris.

Kekurangan dana perbaikan jalan bisa menjadi factor hasil perbaikan tambal ringan yang sebelumnya telah dilakukan terus-menerus menjadi tidak maksimal. Ditambah lagi dengan sering hujan dan sering dilintasi truk-truk yang bermuatan berat akan mempercepat jalan kembali rusak dan berlubang. “Takutnya pas malam hari, lubang tidak terlihat, jadi kadang takut jatuh”, ujar Doris.

Banyaknya masyarakat yang mengeluhkan jalan rusak dan berlubang, rasanya sampai saat ini belum ada tanda-tanda jalan Hibrida akan diperbaiki secara maksimal. Akan tetapi masyarakat tetap berharap pemerintah cepat tanggap akan hal ini. Ini mengingat bukan hanya jalan Hibrida saja yang mengalami kerusakan. ”Semoga jalan Hibrida bisa kembali diperbaiki secara maksimal, bukan hanya ditampal ringan saja.  Melainkan diaspal beton agar masyarakat nyaman menggunakan jalan yang sudah bagus.” (Mg-4).