Inilah Kiat Mahasiswa Milenial Hafal Al-quran 30 Juz dalam Setahun

Featured Kota Bengkulu Pendidikan
Bagikan:

ORANG Bengkulu ternyata ada yang hebat. Bayangkan saja, dalam 1 tahun, dia bisa menghafal Al-quran itu sampai 30 juz. Siapa orangnya? Cewek atau cewok? Anak SDIT atau SDN? Baca sajalah liputannnya di bawah ini.

MASAYU ZAHWA RESI – Kota Bengkulu

Namanya adalah Yulia Pramita (20) atau yang biasa disapa Yumi. Ia adalah mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN FAS Bengkulu. Ia berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz dalam jangka waktu 1 tahun. Tentu bukan hal yang mudah, namun dengan tekad dan keyakinan yang kuat ia bisa menyelesaikan hafalannya.

SILAHKAN BACA: Minyak Goreng Belum Turun, Pedagang Kehilangan Keuntungan

Yumi, adalah anak ke 5 dari 5 orang bersaudara.  Ia adalah anak dari bapak Ilyas dan ibu Abnu Aisyah yang bertempat tinggal di Kandang Mas, Kota Bengkulu. Ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya untuk menghafal dan menjadikan motivasi untuk dirinya. Karena menurutnya, Al-Qur’an adalah kalam Allah yang memang harus kita pelajari sesuai dengan Q.S. Al-Baqarah 152.

Bahkan, untuk belajar itu, dia rela stop out kuliah 1 tahu demi mengejar keinginannya itu. Upayanya itu tidak sia-sia. Pas 1 tahun, dia sudah hafal. Lalu, dia kembali ke Bengkulu dan meneruskan kuliahnya yang terbengkalai itu.

BACA DULU: Harga Cabe Naik Turun, Pedagang Bingung Jualan

“Menurut Q.S Al-Baqarah : 152,  yang artinya maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. kita kalau mau diingat orang, ya kita harus mencintainya memahami sifatnya. Begitu juga Allah, kita mencintainya lewat Al-Qur’an karena ini kalam-Nya,” ujar Yumi saat dihubungi RADAR BENGKULU,  Jumat (14/1) di rumahnya di Kandang Mas, Kota Bengkulu.

Menurutnya, ia mulai belajar menghafal Alquran pada tahun 2019 di Pondok Kuntum Tahfidz, Jawa Barat. Dia diajarkan langsung oleh Abu Askar dan dibantu oleh para musrifah (pembina) di pondok tersebut mengenai tahsin, tamyiz dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Penjual Bibit Buah Raup Omset Segini

Kendala yang dihadapinya pada saat hafalan tentu seperti rasa malas, futur yang muncul, dan bosan. Namun masih  bisa diatasi. Karena, ini memag sudah tekad untuk menghafal. menurutnya melakukan suatu hal kebaikan harus didasari dengan niat  karena Allah dan harus ikhlas.

Adapun metode yang digunakan oleh Yumi, tentunya diawali niat karena Allah, fokus, dan ada teknik hapal cepat dengan cara mengulang ngulang, menggunakan jari dan isyarat. Dan yang paling cepat memahami arti. jika sudah paham arti dan bahasa Arab, menghafal akan lebih mudah.

“Sebenarnya menghafal itu mudah. Yang susah itu adalah istiqomah dalam menjaga hafalan,” paparnya.

PERLU DIBACA: Coba-Coba yang Luar Biasa

Setelah menyelesaikan hafalannya, Yumi sempat ditawarkan untuk menjadi pengurus salah satu pondok yang ada di Bandung dan pengasuh salah satu pondok di Bumi Ayu, Bengkulu. Namun karena ingin menyelesaikan pendidikannya di UIN FAS Bengkulu, ia menolak menerima tawaran tersebut.

Selain kuliah, ia juga membuka tempat belajar di rumahnya, TPQ, baca tulis Al-Qur’an dan tahfiz. Dan ia berharap kedepannya nanti ia bisa istiqomah hafalannya dan bisa membangun rumah tahfiz. “Semoga saya bisa istiqomah dalam menjaga hafalan dan bisa membuka rumah tahfidz , agar anak – anak millenial ini mencintai Al-Qur’an. Karena anak sekarang itu kurangnya kesadaran mencintai Al-Qur’an,” tuturnya. (Mg-3)