Harga Cabe Naik Turun, Pedagang Bingung Jualan

Ekonomi & Bisnis Featured
Bagikan:

radarbengkuluonline.com, BENGKULU – Memasuki pertengahan Januari 2022 ini, harga cabe di pasaran di Kota Bengkulu belum juga mantap. Saat ini, harganya masih naik turun.

Hendri (35), salah seorang pedagang cabe mengaku bahwa harga cabe dalam minggu ini mengalami penurunan. Jika minggu lalu harga cabe melonjak naik, berbeda dengan minggu ini yang turun kisaran 10%.

“Sekarang naik turun harganya. Minggu kemarin itu harga cabe setan sampai delapan puluh ribu, sekarang turun jadi enam puluh ribu perkilo,” ujar Hendri kepada radarbengkuluonline.com  Kamis, (13/1).

Hendri menjelaskan, naiknya harga cabe di minggu lalu disebabkan oleh banyaknya petani cabe di beberapa daerah pemasok yang terkena gagal panen, yang berimbas dengan begitu cepat harga menjadi naik. Ketika kembali normal harga cabe di pasaran juga ikut berubah. “Cabe merah dari Lintang kisaran harga tiga puluh ribu. Kalau dari Bintuhan itu dua puluh lima ribu, cabe rawit hijau lima puluh ribu, ” ucapnya.

Tidak hanya di Kota Bengkulu, naik turun harga cabe juga terjadi di beberapa kabupaten. Seketika nilai jual yang tinggi dan kemudian kembali menurun. “Cabe setan ini kami dapat dari Pagar Alam. Untuk cabe merah kami beli dari Bintuhan dan dari Lintang,” ujarnya.

Hal ini berpengaruh kepada beberapa pedagang yang setiap harinya menggunakan banyak cabe untuk kebutuhan dagangannya. Seperti yang terjadi pada karyawan Bakso Cup di Lingkar Barat, Sri Handayani (24).

“Kalau untuk pedagang seperti kami ini, mengingat harga cabe yang belum stabil, jadi membuat penghasilan kami kadang ikutan tidak stabil,” tuturnya.

Diungkapkan salah satu karyawan Bakso Cup ini, bahwa sekarang cukup mengkhawatirkan dengan keadaan harga jual-beli cabe yang belum stabil. Ini ditambah lagi dengan kebutuhan pokok lainnya bisa dikatakan masih di atas harga normal. “Kami sebagai pedagang ini juga bingung dengan harga bahan di pasaran. Mau dinaikkan harganya takut tidak ada pembeli,” paparnya.

Ketidakstabilan harga cabe ini juga berpengaruh besar terhadap kebutuhan rumah tangga. Seperti yang dikeluhkan Mar (60), salah seorang ibu rumah tangga. “Bingung kami sebagai pembeli. Kadang naik harganya. Tapi sekarang kan sedang turun. Tiba-tiba nanti naik lagi,’’ ucapnya.

Beberapa masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga cabe, dan sekarang harganya sudah mulai menurun membuat masyarakat tidak terlalu khawatir. “Bagi pembeli bagus kalo sudah normal. Bagi kami penjual ini terkadang masih rugi,” tegasnya. (Mg-2)