Merah Putih Harus Kembali Berkibar pada 2022

Featured Olahraga
Bagikan:

radarbengkuluonline.com, JAKARTA – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong Badan Anti-Doping Dunia (WADA) untuk meninjau ulang sanksi terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI). Ini agar bendera Merah Putih bisa kembali berkibar pada 2022.

Okto yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi tersebut juga akan terus mendorong LADI segera menyelesaikan kewajibannya sesuai tenggat waktu yang diberikan WADA. Hal tersebut agar peninjauan ulang terhadap sanksi dapat segera dilakukan.

“Kini, kami tengah mendorong WADA agar sanksi bisa direview. Ada beberapa poin yang perlu dikejar di awal 2022,” ucap Okto dalam siaran pers NOC Indonesia.

“Yang paling penting, kita harus menggunakan template blueprint NADO (lembaga anti-doping nasional di setiap negara, Red) serta menyelesaikan tugas tahunan rutin yang dikerjakan seluruh NADO di dunia setiap tahun. Yakni TDP (rencana tes doping) 2022,” tambah Okto.

Gugus tugas dan LADI berencana menggelar rapat lanjutan secara virtual pada Senin pekan depan. Tujuannya adalah untuk membahas perkembangan dari akselerasi pembebasan sanksi. Termasuk juga menyelesaikan rencana tes doping pada tahun 2022.

“Saya ingin bulan ini ada peninjauan ulang. Pekerjaan rumah kita masih banyak, sehingga tidak ada waktu untuk menunda-nunda pekerjaan. Merah Putih harus segera berkibar lagi,” ucapnya.

Pada 7 Oktober 2021, WADA menjatuhkan sanksi terhadap LADI. Karena gagal memenuhi ambang batas pengujian doping.

Akibatnya, Indonesia tidak bisa mengibarkan bendera Merah Putih dan menjadi tuan rumah event internasional dalam masa tenggat satu tahun.

PERLU DIBACA: Tim Kepahiang Maju Selisih 2 Poin,  Tim Kepahiang Sejahtera Masih di Puncak

Salah satu momen menyesakkan adalah ketika Merah Putih tidak berkibar pada ajang Piala Thomas 2020 yang berlangsung di Denmark tahun lalu. Padahal, untuk kali pertama sejak 19 tahun, tim Indonesia kembali menjadi juara ajang bulu tangkis beregu putra paling elite di dunia itu.

Indonesia akan menghadapi kalender olahraga yang padat pada 2022. Yakni SEA Games (12-23 Mei), Islamic Solidarity Games (9-18 Agustus), Asian Games (10-25 September), dan Asian Youth Games (20-28 Desember).

Tak hanya itu, sanksi LADI juga harus segera ditangguhkan apabila Indonesia ingin menjadi tuan rumah ASEAN Para Games. Indonesia bisa menggantikan Vietnam yang hanya akan menggelar SEA Games pada Mei mendatang.(JP)